#SerpihanSuratUntukR : 5. Cukup kamu


Malang, 5 Januari 2013
Dear,
R.

Ini belum larut malam, tapi rasanya aku sudah harus menuangkan kata-kata pada kertas putih ini.

Sedang apa kau disana?

Sudah makan sayang?

Menulis, menulis dan menulis surat lagi. Surat yang tak pernah terkirim dan tak pernah ada balasan. Ini tak berguna, namun tetap saja ku lakukan.

Tiap kata , tiap kalimat. Ku tata rapi. Ku goreskan tinta pada selembaran tentang isi hati. Perasaan. Sedih . Harapan. Masa lalu dan kamu.

Segelas kopi hangat menemani malam galau ku. Menyeruput seceguk demi seceguk.  Mengalir perlahan dari tenggorokan yang begitu terasa menghangatkan. Memecahkan lamunan dengan sebuah pertanyaan dari diri sendiri kepada kamu yang tak akan mendengar pertanyaanku. Apa kau tau aku sedang menunggu mu? apa kau tau aku tak mau dengan sosok selain kamu? Ya. Kau pasti tau betul tentang itu. Karena kita bukan orang yang baru saja berkenalan.

Dulu pernah kau robek hati ini dengan sebuah perpisahan. Dan ia ku jahit. Terulang kembali. Terobek lagi. Ahh, bodohnyaaa.... 

Bisakah kau tengok ke belakang? Disana ada aku.

Aku masih menunggu.

Komentar

Postingan Populer